Arsip Kategori: Organik

Hama dan Penyakit Pada Tanaman Pisang

Pisang

Hama

  1. Ulat daun ( Erienota thrax. )
    Menyerang daun.
    Gejala: daun menggulung
seperti selubung dan sobek hingga tulang daun.
  2. Kumbang ( Cosmopolites sordidus )

    Menyerang kelopak daun, batang.

    Gejala: lorong-
lorong ke atas/bawah dalam kelopak daun,
batang pisang penuh lorong.

    Pengendalian:
sanitasi rumpun pisang, bersihkan rumpun dari
 sisa batang pisang.

  3. Nematoda ( Rotulenchus similis, Radopholus similis )

    Menyerang akar.

    Gejala : tanaman kelihatan
merana, terbentuk rongga atau bintik kecil di
dalam akar, akar bengkak.

    Pengendalian:
gunakan bibit yang tahan, tingkatkan humus
tanah dan gunakan lahan dengan kadar lempung
kecil.

  4. Ulat bunga dan buah ( Nacoleila octasema. )

    Menyerang bunga dan buah.

    Gejala:
pertumbuhan buah abnormal, kulit buah
berkudis. Adanya ulat sedikitnya 70 ekor di
tandan pisang.

Penyakit Pada Tanaman Pisang

  1. Penyakit darah

    Penyebab : Xanthomonas celebensis (bakteri).

    Menyerang jaringan tanaman bagian dalam.

    Gejala:
    jaringan menjadi kemerah-merahan
seperti berdarah.

    Pengendalian:
    Membakar tanaman yang sakit.

  2. Panama

    Penyebab:
    jamur Fusarium oxysporum.
    Menyerang daun.

    Gejala :
    daun layu dan putus,
mula-mula daun luar lalu bagian dalam, pelepah
daun membelah membujur, keluarnya pembuluh
getah berwarna hitam.

    Pengendalian :
    Membongkar dan membakar tanaman yang sakit.

  3. Bintik daun

    Penyebab:
    jamur Cercospora musae.

    Menyerang
daun dengan gejala bintik sawo matang yang
makin meluas.

  4. Layu

    Penyebab :
    bakteri Bacillus sp.

    menyerang akar.
    
Gejala:
    tanaman layu dan mati.

    Pengendalian :
Membongkar dan membakar tanaman yang
sakit.

  5. Daun pucuk
    Penyebab :
    virus dengan perantara kutu daun
Pentalonia nigronervosa.

    Menyerang daun
pucuk.

    Gejala:
    daun pucuk tumbuh tegak lurus
secara berkelompok.

    Pengendalian:
Mengendalikan kutu daun dengan 
membongkar dan membakar tanaman yang sakit.


Bahan Utama MOL

Mikro Organisme Lokal ( MOL ) dapat dibuat dengan 3 bahan utama, yaitu :

  1. Karbohidrat. Bahan ini dibutuhkan bakteri/ mikroorganisme sebagai sumber energi. Untuk menyediakan karbohidrat bagi mikroorganisme bisa diperoleh dari air cucian beras, nasi bekas/ nasi basi, singkong, kentang, gandum, dedak halus/ sekam , dll.
  2. Glukosa. Bahan ini juga sebagai sumber energi bagi mikroorganisme yang bersifat spontan (lebih mudah dimakan mereka). Glukosa bisa didapat dari gula pasir, gula merah, molases, air gula, air kelapa, air nira, dll.
  3. Bakteri (mikroorganisme lokal). Bahan yang mengandung banyak mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanaman antara lain buah- buahan busuk, sayur-sayuran busuk, keong mas, nasi, rebung bambu, bonggol pisang, urine kelinci, pucuk daun labu, tapai singkong dan buah maja. Biasanya dalam MOL tidak hanya mengandung 1 jenis mikroorganisme tetapi beberapa mikroorganisme diantaranya Rhizobium sp, Azospirillium sp, Azotobacter sp, Pseudomonas sp, Bacillus sp dan bakteri pelarut phospat.

Proses pembuatan MOL tidaklah terlalu rumit, yakni melalui prosesfermentasi dengan mencampurkan ketiga bahan tersebut selama beberapa minggu menggunakan wadah tertutup. Sumber : Gerbang Pertanian