Arsip Kategori: Herbal dan Obat Tradisional

Rimpang Jahe | Manfaat dan Jenis Olahan

rimpang jahe

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
(tidak termasuk) Monocots
(tidak termasuk) Commelinids
Ordo: Zingiberales
Famili: Zingiberaceae
Genus: Zingiber
Spesies:Z. officinale
Nama binomial
Zingiber officinale
Roscoe

Jahe(Zingiber officinale), adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya berbentuk jemari yang mempunyai dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron.

Sejarah Singkat Jahe

Jahe diperkirakan berasal dari India. Namun ada pula yang mempercayai jahe berasal dari Republik Rakyat Tiongkok Selatan. Dari India, jahe dibawa sebagai rempah perdagangan hingga Asia Tenggara, Tiongkok, Jepang, hingga Timur Tengah. Kemudian pada zaman kolonialisme, jahe yang bisa memberikan rasa hangat dan pedas pada makanan segera menjadi komoditas yang populer

Ciri morfologis Jahe

Batang jahe merupakan batang semu dengan tinggi 30 hingga 100 cm. Akarnya berbentuk rimpang dengan daging akar berwarna kuning hingga kemerahan dengan bau menyengat. Daun menyirip dengan panjang 15 hingga 23 mm dan panjang 8 hingga 15 mm. Tangkai daun berbulu halus.
Bunga jahe tumbuh dari dalam tanah berbentuk bulat telur dengan panjang 3,5 hingga 5 cm dan lebar 1,5 hingga 1,75 cm. Gagang bunga bersisik sebanyak 5 hingga 7 buah. Bunga berwarna hijau kekuningan. Bibir bunga dan kepala putik ungu. Tangkai putik berjumlah dua.

Pengolahan dan pemasaran

Rimpang jahe, terutama yang dipanen pada umur yang masih muda tidak bertahan lama disimpan di gudang. Untuk itu diperlukan pengolahan secepatnya agar tetap layak dikonsumsi. Untuk mendapatkan rimpang jahe yang berkualitas, jahe dipanen pada umur tidak terlalu muda juga tidak terlalu tua.
Jahe segar
Selain dipasarkan dalam bentuk olahan jahe, juga dipasarkan dalam bentuk jahe segar, yaitu setelah panen, jahe dibersihkan dan dijual kepasaran.
Terdapat beberapa hasil pengolahan jahe yang terdapat di pasaran, yaitu:

  1. Jahe kering
  2. Awetan jahe
  3. Jahe bubuk
  4. Minyak jahe
  5. Oleoresin jahe
  6. Jahe kering
    Merupakan potongan jahe yang dikeringkan dengan irisan memotong serat irisan tipis . Jenis ini sangat populer di pasar tradisional.
    Awetan jahe
    Merupakan hasil pengolahan tradisional dari jahe segar. Yang paling sering ditemui di pasaran adalah, tingting jahe (permen jahe), acar, asinan, sirup, dan jahe instan. Beberapa jenis olahan jahe ini disukai konsumen dari daerah Asia dan Australia.
    Bubuk jahe
    Merupakan hasil pengolahan lebih lanjut dari jahe menggunakan teknologi industri, jahe dikeringkan selanjutnya digiling dengan kehalusan butiran bubuk yang ditentukan. Bubuk jahe diperlukan untuk keperluan farmasi, minuman, alkohol dan jamu. Biasanya menggunakan bahan baku jahe kering.
    Oleoresin jahe
    Adalah hasil pengolahan lebih lanjut dari tepung jahe. Bentuknya berupa cairan cokelat dengan kandungan minyak asiri 15 hingga 35%.

    Habitat Jahe

    Jahe tumbuh subur di ketinggian 0 hingga 1500 meter di atas permukaan laut, kecuali jenis jahe gajah di ketinggian 500 hingga 950 meter.
    Untuk bisa berproduksi optimal, dibutuhkan curah hujan 2500 hingga 3000 mm per tahun, kelembapan 80% dan tanah lembap dengan PH 5,5 hingga 7,0 dan unsur hara tinggi. Tanah yang digunakan untuk penanaman jahe tidak boleh tergenang.

    Varietas Jahe

    Terdapat tiga jenis jahe yang populer di pasaran, yaitu:
    Jahe gajah/jahe badak
    Merupakan jahe yang paling disukai di pasaran internasional. Bentuknya besar gemuk dan rasanya tidak terlalu pedas. Daging rimpang berwarna kuning hingga putih.
    Jahe kuning
    Merupakan jahe yang banyak dipakai sebagai bumbu masakan, terutama untuk konsumsi lokal. Rasa dan aromanya cukup tajam. Ukuran rimpang sedang dengan warna kuning.
    Jahe merah
    Jahe jenis ini memiliki kandungan minyak atsiri tinggi dan rasa paling pedas, sehingga cocok untuk bahan dasar farmasi dan jamu. Ukuran rimpangnya paling kecil dengan kulit warna merah, serat lebih besar dibanding jahe biasa

    Manfaat Jahe

  1. Melancarkan peredaran darahManfaat jahe yang pertama adalah melancarkan peredaran darah. Gingerol yang terdapat pada jahe bersifat antikoagulan yang akan mencegah terjadinya penggumpalan darah. Dengan mencegah tersumbatnya pembuluh darah yang merupakan penyebab utama penyakit stroke dan juga serangan jantung.
  2. Perut kembungEkstrak jahe bermanfaat bagi yang sering mengalami perut kembung dan nyeri. Jahe dapat dimanfaatkan untuk mengobati gangguan pada pencernaan dan iritasi usus.
  3. Mengobati migrain
    Pada sebuah studi menunjukkan jahe dapat menghentikan prostaglandin, yang dimana prostaglandin merupakan salah satu faktor penyebab sakit kepala. Dengan demikian, jahe dapat untuk mengurangi migrain atau sakit kepala sebelah.
  4. Demam dan batuk
    Gingerol pada jahe yang sebelumnya sudah dijelaskan dapat melancarkan peredarah darah, kandungan gingerol juga dapat digunakan untuk mengurangi demam dan batuk. Mengkonsumsi jahe berarti menekan timbulnya efek samping seperti yang terkandung dalam kandungan obat-obatan kimia.
  5. Mencegah perut buncit
    Dengan mengkonsumsi jahe secara rutin dan sebelum makan dapat mencegah terjadinya perut buncit. Karena jahe bermanfaat untuk melancarkan metabolisme dan pencernaan. Dengan adanya sebuah peningkatan metabolisme tersebut yang berdampak akan mempercepat pembakaran kalori dan meratakan perut buncit.
  6. Menurunkan tekanan darahJahe dapat untuk merangsang pelepasan hormon adrenalin dan juga dapat memperlebar pembuluh darah, yang dapat mengakibatkan darah mengalir menjadi lebih lancar dan lebih cepat serta dapat meringankan kerja jantung dalam memompa darah.
  7. Menurunkan berat badanJahe seperti yang disebutkan diatas bahwa jahe dapat melebarkan pembuluh darah yang membakar kalori menjadi panas tubuh dan jahe hanya mengandung sedikit kalori yang terkandung, sehingga tidak berkontribusi untuk menaikan berat badan. Mengkonsumsi jahe dengan cara membuat wedang setiap hari dapat menjaga kesehatan dan metabolisme tubuh.
  8. Mengobati sakit gigi
    Nyeri gusi dan sakit gigi ternyata dapat juga dicegah dengan meminum minuman air jahe. Hal ini karena jahe bersifat antijamur dan antibakteri.
  9. Mencegah siklus menstruasi yang tidak teratur
    Manfaat jahe salah satunya dapat bermanfaat untuk menjaga keteraturan siklus menstruasi bagi wanita. Di negeri China misalnya, jahe yang kemudian dicampurkan dengan gula merah dalam teh banyak dikonsumsi untuk mengurangi rasa kram pada saat datang bulan.
  10. Membuat tubuh perkasa
    Kandungan senyawa yang terdapat jahe ada yang bersifat inklamasi. Hal ini tentunya efektif dalam hal untuk membangun otot pada bagian tubuh seperti otot pada lengan. Berdasarkan sebuah penelitian bahwa dapat disimpulan dengan mengkonsumsi jahe secara teratur dan rutin dapat membantu untuk mengurangi rasa sakit yang terjadi pada otot yang disebabkan karena latihan fisik secara berlebihan.
  11. Sebagai obat jerawat
    Pada sebuah penelitian yang sebelumnya suda dilakukan di Universitas Maryland Medical Center, untuk membantu dalam mencegah timbulnya jerawat pada kulit wajah dianjurkan untuk mengkonsumsi jahe maksimal 4 gr/hari. Karena apabila terlalu berlebihan dalam mengkonsumsi jahe dapat mengakibatkan efek samping seperti mules, iritasi, dan diare.
  12. Obat mabuk perjalanan
    Terlebih untuk yang sering mengalami mabuk dalam perjalanan, sebaiknya mengkonsumsi minuman jahe. Rempah-rempah yang satu ini diyakini dapat mengurangi rasa mual juga menyembuhkan jet lag.
  13. Bersifat anti alergi
    Manfaat jahe bersama ekstrak biji anggur dapat bermanfaat untuk membantu mengurangi demam dan masalah serupa yang seringkali dapat terjadi selama musim alergi.
  14. Mengobati morning sickness
    Rasa mual, perut kembung dan rasa ingin muntah pada pagi hari, termasuk pada wanita yang sedang hamil. Morning sickness dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi ramuan minuman jahe.
  15. Mengangkal radikal bebas
    Jahe mengandung kandungan antioksidan yang mampu untuk dapat mengatasi efek merusak karena disebabkan oleh radikal bebas dalam tubuh.
  16. Peradangan
    Jahe seperti pada nomor 1 bahwa jahe memiliki kandungan senyawa yang dinamakan gingerol. Senyawa gingerol ini bertanggung jawab untuk sebagai aroma menyengat dan khasiat anti-inflamasi. Pada saat mencari obat anti peradangan pastikan obatnya memiliki kandungan gingerol.
  17. Arthritis
    Ekstrak jahe yang juga bermanfaat pada penderita arthritis dan osteoarthritis. Kandungan pada jahe sudah diyakini mengandung komponen yang dapat menghambat COX, dimana COX merupakan salah satu bahan kimia tubuh yang bertanggung jawab tentang timbulnya peradangan. Obat resep penghambat COX ini biasanya memiliki efek samping yang dapat merugikan tubuh. Manfaat jahe sebagai salah satu obat herbal alami dapat memiliki khasiat yang serupa dan tanpa efek samping.
  18. Membersihkan kotoran dalam tubuh
    Apabila sering mengkonsumsi jahe secara rutin dengan cara diseduh, hal tersebut dapat membuat tubuh menjadi berkeringat. Melalui keringat itulah dikeluarkan berbagai jenis kotoran jahat yang terdapat dalam tubuh.
  19. Memerangi sel kanker
    Kandungan nutrisi yang terdapat pada jahe dapat bermanfaat unutk membantu meredam perkembangan sel-sel kanker dalam tubuh. Pada sejumlah studi mengungkapkan bahwa khasiat ekstrak jahe dapat untuk memerangi beragam jenis kanker seperti kanker ovarium dan kanker usus.
  20. Menurunkan kolesterol
    Pada sejumlah studi bahwa telah menunjukkan dengan mengkonsumsi jahe secara dapat secara efektif untuk mengurangi penyerapan kolesterol dalam darah dan juga hati. Kandungan gingerol terdapat dalam jahe juga memiliki efek yang bersifat antikoagulan yang mampu untuk mencegah terjadinya penggumpalan darah. Kandungan pada jahe dapat merangsang pelepasan hormon adrenalin yang pada akhirnya dapat memperlancar aliran peredaran darah.
  21. Mengobati luka gigitan ular
    Cara menggunakan jahe untuk mengobati luka gigitan ular dengan menumbuk rimpang dan diberi sedikit garam, lalu tempelkan pada luka bekas gigitan ular beracun dan ini hanya digunakan sebagai pertolongan pertama, untuk penanganan lebih lanjut penderita dibawa ke rumah sakit.
  22. Meredakan rasa sakit
    Pereda rasa sakit alami dan juga dapat digunakan untuk meredakan sakit kepala. Cara menggunakan dengan minum wedang jahe 3 kali sehari atau bisa juga dengan minum wedang ronde, mengulum permen jahe, dan menambahkan jahe pada makanan seperti : soto, semur, atau pun rendang.
  23. Pereda nyeri dan sendi kaku
    Dalam sebuah uji klinis bahwa dapat disimpulkan jahe ternyata dapat menghilangkan rasa sakit seperti yang saya sebutkan diatas, meningkatkan pergerakan pada sendi, serta mengurangi pembengkakan yang terkait dengan rheumatoid arthritis. Manfaat jahe yang lainnya juga dapat untuk membantu meredakan nyeri pada punggung dan sakit kepala seperti migrain.

Source : wikipedia
Foto : google

Iklan

8 Makanan yang mampu mengurangi dan mencegah flu

8 Makanan Terbaik Untuk Mencegah dan Mengatasi Flu
 flu
Disaat musim penghujan, kondisi tubuh mudah terancam serangan beragam penyakit. Penyakit flu adalah salah satunya. Penyakit ini merupakan jenis penyakit yang dapat menular dengan cepat. Flu terjadi karena infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan, termasuk hidung, tenggorokan, cabang tenggorokan dan paru-paru.

Lanjutkan membaca 8 Makanan yang mampu mengurangi dan mencegah flu

Manfaat dan Khasiat Srikaya

srikaya
Srikaya
(Annona squamosa L.) merupakan tanaman buah yang memiliki banyak sebutan di berbagai daerah di Indonesia. Ada yang menyebutnya delima bintang, serba bintang, sarikaya, seraikaya, serkaya, surikaya, srikawis, sarkaja, serakaja, sirikaja, garoso, ata, atis soe walanda, sirikaya, sirikaja, hirikaya, dan buah nona. Kalau di tempat ada buah srikaya ini disebut apa?
Dari bentuk buah dan daunnya, sekilas srikaya ini mirip dengan buah sirsak. Begitu pun khasiatnya, jika daun sirsak berkhasiat untuk pengobatan tradisional, maka daun dan buah srikaya pun begitu. Bahkan hampir semua bagian tanaman srikaya ini bermanfaat sebagai obat.

Kandungan Gizi Buah Srikaya

Buah srikaya mengandung energi sebesar 101 kilokalori, protein 1,7 gram, karbohidrat 25,2 gram,
lemak 0,6 gram,
kalsium 27 miligram,
fosfor 20 miligram,
dan zat besi 1 miligram. Selain itu di dalam Buah Srikaya juga terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0,08 miligram dan vitamin C 22 miligram.

Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Buah Serikaya, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 58 %.
Lebih rinci kandungan buah srikaya :
Nama Bahan Makanan : Buah Srikaya Versi DKBM P3G ’90

  • .Banyaknya Buah Srikaya yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
  • .Bagian Buah Srikaya yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 48 %
  • .Jumlah Kandungan Energi Buah Srikaya = 63 kkal
  • .Jumlah Kandungan Protein Buah Srikaya = 1,1 gr
  • .Jumlah Kandungan Lemak Buah Srikaya = 0,5 gr
  • .Jumlah Kandungan Karbohidrat Buah Srikaya = 13,9 gr
  • .Jumlah Kandungan Kalsium Buah Srikaya = 127 mg
  • .Jumlah Kandungan Fosfor Buah Srikaya = 30 mg
  • .Jumlah Kandungan Zat Besi Buah Srikaya = 2,7 mg
  • .Jumlah Kandungan Vitamin A Buah Srikaya = 0 IU
  • .Jumlah Kandungan Vitamin B1 Buah Srikaya = 0,08 mg
  • .Jumlah Kandungan Vitamin C Buah Srikaya = 28,3 mg

Manfaat Buah Srikaya

Adapun manfaat buah srikaya antara lain :

    .Kandungan vitamin B6 dalam buah srikaya dapat mencegah terjadinya penumpukan hemosistein, kandungan inilah yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit jantung.

  • .Salah satu peran penting dari riboflavin dalam tubuh adalah untuk memastikan bahwa tubuh memiliki semua vitamin B lainnya yang diperlukan. Vitamin B adalah kelompok vitamin yang larut dalam air serta sangat penting untuk pertumbuhan, perkembangan dan fungsi tubuh penting lainnya.
  • .Selain kaya akan vitamin B dan vitamin C, buah srikaya kaya akan kandungan niasin sehingga manfaat buah srikaya juga dapat menurunkan kadar kolestrol dalam tubuh.
  • .Buah srikaya juga mengandung tinggi serat,maka dari itu buah srikaya baik dikonsumsi bagi penderita konstipasi karena buah yang kaya akan serat akan memperlancar saluran pencernaan. Selain itu serat juga dapat memperlambat laju penyerapan gula darah sehingga dapat mencegah diabetes.
  • .Asam folat merupakan kandungam nutrisi yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan otak bayi, maka dari itu bagi ibu hamil sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi asam folat untuk kebutuhan otak janin. Salah satu buah yang memiliki kandungan asam folat adalah buah srikaya, maka dari itu bagi ibu hamil dapat mengkonsumsi buah berbiji ini.
  • Manfaat Biji Srikaya

    Bijinya juga bisa dimanfaatkan untuk mengatasi pencernaan lemah, cacingan, dan mematikan kutu kepala dan serangga. Buah sirsak yang masih muda digunakan untuk mengobati diare, disentri akut, dan gangguan pencernaan (atonik dispepsia).
    Berikut ini contoh pemakaiannya:
    Membasmi kutu anjing
    Mandikan anjing yang berkutu dengan air rebusan daun atau biji srikaya.
    Caranya, tumbuk halus daun atau biji srikaya, tambahkan air secukupnya, lalu saring airnya dan gunakan untuk memandikan anjing.
    Mematikan kutu kepala
    Cuci biji srikaya (10 butir) dan daun srikaya segar (1 genggam), lalu giling sampai halus. Tambahkan sedikit minyak kelapa, lalu aduk merata. Turapkan pada kulit kepala, lalu bungkus dengan kain. Setelah tiga jam, buka dan cuci sampai bersih. Jangan sampai bilasan air masuk ke mata karena dapat menyebabkan iritasi dan peradangan.
    Mematangkan bisul
    Ambil isi buah yang sudah masak, lalu giling halus. Tambahkan sedikit garam sambil diaduk merata, turapkan pada bisul, lalu balut dengan kain kasa.

    Manfaat Akar dan Kulit Kayu

    Akarnya digunakan untuk mengobati sembelit, disentri akut, depresi mental, dan nyeri tulang punggung.
    Kulit kayu digunakan untuk mengatasi diare, disentri, dan luka berdarah.

    Contoh Pemakaian:
    Diare
    Cuci kulit batang srikaya (6–10 g), potong kecil- kecil, lalu tambahkan gula merah secukupnya. Rebus dengan empat gelas air sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan minum dua kali sehari, masing-masing satu gelas.
    Catatan

  • .Ibu hamil dilarang minum rebusan biji buah srikaya.
  • .Hati-hati jika minum rebusan biji, kulit kayu, dan akar srikaya karena mengandung racun.
  • .Hanya digunakan dibawah pengawasan herbalis berpengalaman.

Manfaat Daun Srikaya

Berikut adalah beberapa manfaat daun srikaya yang baik untuk kesehatan tubuh kita :

  • Sebagai obat antiradang.
  • Mengobati penyakit batuk ringan.
  • Menyembuhkan demam.
  • Meredakan nyeri reumatik.
  • Membantu menurunkan kadar asam urat.
  • Mengobati diare.
  • Mengobati disentri.
  • Membantu melancarkan pencernaan.
  • Menyembuhkan flu.

daun srikaya

Beberapa sumber juga menjelaskan cara meramu daun srikaya adalah sebagai berikut :
Daunnya digunakan untuk mengatasi batuk, demam, reumatik, menurunkan kadar asam urat darah yang tinggi, diare, disentri, rectal prolaps pada anak-anak, cacingan, kutu kepala, pemakaian luar untuk borok, luka, bisul, skabies, kudis, dan ekzema.

Contoh pemakaian:
Borok dan bisul
Cuci daun segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Tambahkan sedikit garam, lalu gunakan ramuan ini untuk menutup borok atau bisul dan balut. Dalam sehari, ganti 2–3 kali.
pingsan dengan tiba-tiba, menenangkan histeria
Cuci daun segar secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Dekatkan gilingan daun tadi pada hidung penderita agar baunya terhisap oleh penderita.
Cacingan pada anak
Cuci daun srikaya segar (15 lembar), lalu rebus dengan lima gelas air sampai tersisa tiga gelas. Setelah dingin, saring dan minum tiga kali sehari, masing-masing satu gelas.
Gangguan pencernaan
Cuci daun srikaya segar secukupnya, giling sampai halus, lalu tambahkan minyak kelapa secukupnya. Tempelkan pada perut.
Kudis
Cuci daun srikaya segar (15 lembar), lalu giling sampai halus. Remas dengan air kapur sirih sebanyak satu sendok teh dan gunakan untuk menggosok kulit yang kudis. Lakukan dua kali sehari.

Demikian sekilas manfaat dari buah, daun, biji, kulit, kayu dan akar srikaya semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.