Arsip Kategori: Cinta dan Puisi

Memahami Makna

Seperti bentuk dalam sebuah cermin, ku ikuti wajah itu.
Tuhan menampakkan dan menyembunyikan sifat-sifat-Nya. 
Tatkala Tuhan tertawa, maka akupun tertawa.
Dan manakala Tuhan gelisah, maka gelisahlah aku. 
Maka katakan tentang Diri-Mu, ya Tuhan. 
Agar segala makna terpahami, sebab mutiara-mutiara makna yang telah aku rentangkan di atas kalung pembicaraan berasal dari lautan-Mu.

 
 Jalaluddin Rumi
 

 
 Lanjut Membaca dan berkomentar… 🙂

Iklan

Burung Hantu dan Elang Kerajaan

Seekor elang kerajaan hinggap di dinding reruntuhan yang dihuni burung hantu.
Burung-burung hantu menakutkannya, si elang berkata, “Bagi kalian tempat ini mungkin tampak makmur, tetapi tempatku ada di pergelangan tangan raja.”
Beberapa burung hantu berteriak kepada temannya, “Jangan percaya kepadanya! Ia menggunakan tipu muslihat untuk mencuri rumah kita.”

 
 Jalaluddin Rumi

Lanjut Membaca dan berkomentar… 🙂

Aku Adalah Kehidupan Kekasihku

Apa yang dapat aku lakukan, wahai umat Muslim? Aku tidak mengetahui diriku sendiri. Aku bukan Kristen,
bukan Yahudi,
bukan Majusi,
bukan Islam.

Bukan dari Timur, maupun Barat.
Bukan dari darat, maupun laut.
Bukan dari Sumber Alam, Bukan dari surga yang berputar,
Bukan dari bumi, air, udara, maupun api;
Bukan dari singgasana, penjara, eksistensi, maupun makhluk; Bukan dari India, Cina, Bulgaria, Saqseen;
Bukan dari kerajaan Iraq, maupun Khurasan;
Bukan dari dunia kini atau akan datang: surga atau neraka;
Bukan dari Adam, Hawa, taman Surgawi atau Firdaus;
Tempatku tidak bertempat, jejakku tidak berjejak.
Baik raga maupun jiwaku: semuanya adalah kehidupan Kekasihku …

Jalaluddin Rumi

Lanjutkan membaca Aku Adalah Kehidupan Kekasihku