Budidaya Teh Perkebunan

Tanaman teh merupakan tanaman tahunan yang lebih dikenal dengan nama Camelia sinensis (L) O. Kuntze. Dengan lebih dari 85 spesies yang tersebar di kawasan Asia Tenggara hingga India.

Tanaman teh disepakati berasal dari wilayah perbatasan negara-negara Cina Selatan (Yunan), Laos, Barat Laut, Muangthai Utara, dan Burma Timur Laut.

Sistematika tanaman teh adalah :
Kingdom: Plantae
Divisio: Spertmatophyta
Sub divisio: Angiospermae
Class: Dicotyledoneae
Ordo: Guttiferales
Family: Theaceae
Genus: Camelia
Spesies: Camelia sinensis L
Varietas: Sinensis dan Asamika

teh

Tanaman teh berasal dari daerah subtropis, karena itu lebih cocok ditanam secara organik, semi-organik, maupun non organik di daerah pegunungan di Indonesia.

Iklim

Iklim adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan teh, dan perlu mendapat perhatian seperti suhu udara, curah hujan, sinar matahari dan angin. Faktor iklim nantinya juga akan berkaitan dengan tinggi tempat.

  1. Suhu Udara

    Sebagai tanaman yang berasal dari daerah subtropis, maka tanaman di Indonesia menghendaki udara yang sejuk. Suhu udara yang baik bagi tanaman teh ialah suhu harian yang berkisar, antara 13-25 derajat Celsius yang diikuti oleh cahaya matahari yang cerah dan kelembaban relatif pada siang hari tidak kurang dari 70 %. Tanaman teh akan berhenti pertumbuhannya bila suhu udara dibawah 13 derajat Celsius dan di atas 30 derajat Celsius serta kelembaban relatif (RH) kurang dari 70%.

  2. Curah Hujan

    Tanaman teh tidak tahan terhadap kekeringan, sehingga hanya akan cocok ditanam pada daerah yang mempunyai curah hujan yang cukup tinggi dan merata sepanjang tahun. Curah hujan yang baik untuk tanaman teh sebaiknya rata-rata sepuluh tahun terakhir menunjukkan bulan kemarau yang curah hujannya kurang dari 60 mm tidak lebih dari dua bulao serta tidak ada bulan yang sama sekali tidak hujan. Jumlah hujan tahunan sebaiknya tidak kurang dari 2000 mm.

  3. Sinar Matahari

    Sinar matahari sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan teh, makin banyak sinar makin cepat pertumbuhan, sepanjang curah hujan mencukupi. Sinar matahari juga mempengaruhi suhu udara, semakin banyak sinar matahari makin tinggi suhu udara. Apabila suhu udara mencapai 30 derajat Celsius, maka pertumbuhan tanaman teh akan terhambat. Oleh karena itu, kebun-kebun di daerah rendah(400-800) perlu menanam tanaman pelindung tetap maupun tanaman pelindung sementara. Pohon pelindung berfungsi untuk penyaring dan pengurang intensitas cahaya matahari, sehingga udara menurun dan kelembaban relatif udara meningkat. Selain itu pemberian mulsa yang di hamparkan pada permukaan tanah dengan jumlah yang cukup, yaitu sekitar 20 ton bahan segar per hektar, dapat menurunkan suhu tanah, yang dengan sendirinya menurunkan suhu udara di atasnya. Suhu tanah yang tinggi dapat merusak akar, terutama akar-akar yang berada di lapisan yang paling bagian atas.

    Fungsi pohon pelindung pada tanaman teh demikian besar, oleh karena itu pengelolaan pohon pelindung harus dilakukan sebaik-baiknya, kapan pohon pelindung dipangkas dan kapan harus dibiarkan, disesuaikan dengan kebutuhan.

  4. Angin

    Pada umumnya angin yang berasal dari dataran rendah membawa udara panas dan kering. Hal ini seringkali berpengaruh terhdadap pertumbuhan teh. Tiupan angin yang kencang terus-menerus selama 2-3 hari akan menyebabkan daun rontok. Angin dapat pula mempengaruhi kelembaban udara serta berpengaruh pula terhadap penyebaran hama dan penyakit. Cara pencegahannya antara lain dengan menanam pohon penahan angin sepanjang batas atau sisi-sisi kebun yan biasa dilalui angin.

> next

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s