Beternak Ayam Kampung ( Ayam Buras )

Ayam Kampung

Ayam kampung atau yang lebih di kenal dengan ayam buras ( bukan ras ). Perawatannya relatif mudah, pemeliharaannya dapat dilakukan sebagai sekedar hobi atau pun sampingan. Ayam buras dapat beradaptasi baik dengan lingkungan, mampu memanfaatkan limbah sebagai pakan dan harga jual cukup tinggi dibanding ayam ras.

Beberapa pedoman pemilihan bibit ayam buras
yang baik/produktivitas tinggi adalah sebagai
berikut :

  1. Bentuk tubuh : sehat, tidak mempunyai cacat
fisik, lincah, bulu mengkilat, sayap kuat, jengger berkembang sempurna dan kelihatan segar, bewarna merah hati. Untuk pejantan kakinya tegak bila berjalan kakinya tegak lurus dan pada induk lubang anus lebar, basah, bentuknya bundar dan jarak antara kedua ujung tulang pinggul sekitar 3-4 jari.
  2. Produksi tinggi : yakni pertumbuhan cepat dan produksi telur tinggi (15 – 20 butir) dalam satu periode bertelur.
  3. Silsilah : dari keturunan berproduksi tinggi dan daya tetas telur yang baik.
  4. Umur : induk ayam buras yang baik untuk dijadikan bibit, sebaiknya yang sudah pernah mengalami periode bertelur atau berumur sekitar 8 bulan sedangkan untuk pejantan berumur sekitar 12 bulan.
  5. Perbandingan Pejantan dan Betina sebaiknya tidak lebih dari 1 : 10, artinya satu ekor pejantan dapat melayani 10 induk.
  6. Pakan

    • Periode Anakan (umur 1–7 hari) :
      Pakan yang diberikan berupa bubuk/
butiran yang sangat halus, tersedia setiap
waktu, berupa ransum komersil bisa juga
dicampur dengan dedak halus, jagung giling
halus.
    • Periode dara (umur 2 – 5 bulan) :
      Pakan merupakan butiran
ransum yang lebih kasar dari ransum untuk anakan.
    • Periode dewasa (umur 5 bulan keatas) :
      Pada
periode ini ayam sudah sudah mampu mencari
makanan sendiri. Ayam buras dapat
memperoleh makanan dari alam berupa
serangga, cacing, ulat, daun-daunan, bekicot,
rumput-rumputan, sisa dapur dan sebagainya.

    Agar ayam buras yang dipelihara dapat berproduksi dengan baik maka perlu diberi pakan tambahan.

    ke atas

    Pemeliharaan Anak Ayam

    • Penyediaan kandang anak (box) dengan ukuran yang disesuaikan menurut kepadatan ternak yang dipelihara.
    • Tiap 1 m2 luas kandang dapat menampung 20-25 ekor anak ayam yang berumur 1 bulan.
    • Sebelum digunakan kandang dicucihamakan terlebih dahulu dengan karbol 1%.
    • Lengkapi kandang dengan alat pemanas, tempat pakan, tempat minum dan alas lantai (kertas Koran).
    • Vaksinasi anak ayam sesuai program dan pisahkan anak ayam yang cacat, sakit atau diduga sakit.
    • Bersihkan kandang dan peralatannya secara rutin.
    • Pemberian pakan dilakukan dua kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari, dan disesuaikan dengan pertumbuhan anak ayam yaitu Umur 1
– 4 minggu diberikan ransum komersil dan Umur 5 – 8 minggu dapat diberikan campuran ransum komersil dengan dedak 1 : 3.

    Pemeliharaan Ayam Dewasa

    Ayam buras mulai bertelur pada umur 7–8 bulan dengan jumlah telur antara 10–15 butir. Agar bertelur secara maksimal hilangkan keinginan mengeram yaitu dengan memandikan 3 kali sehari dan dikurung di tempat terkena sinar matahari, lakukan selama 3 – 4 hari. Biasanya dalam jangka
waktu 5 hari keinginan untuk mengeram akan hilang, dan induk ayam mulai kawin dan bertelur kembali.

    ke atas

    Pengendalian dan Pencegahan Penyakit

    Pengendalian dan pencegahan penyakit perlu mendapat perhatian yang serius. Hal ini disebabkan karena penyakit merupakan penyebab utama tingginya angka kematian pada ternak khususnya pada anak ayam. Ada beberapa macam penyakit yang dapat menyerang ternak ayam, namun yang sering dan sangat berbahaya adalah penyakit Tetelo atau ND ( New Castle Desease ). Penyakit ini disebabkan oleh virus ND dan paling banyak menyebabkan kematian pada ayam karena penularannya sangat cepat serta belum ditemukan pengobatannya.

    Gejala Penyakit :

    • Nafsu makan berkurang
    • Sesak nafas, ngorok dan sering bersin
    • Lumpuh sebagian atau seluruh badan dan kepala berputar
    • Dari hidung keluar cairan
    • Warna jengger berubah menjadi biru kehitaman.
    • Nampak lesu dan ayam hanya menunduk.
    • Produksi telur turun atau berhenti sama sekali.
    • Cara Penularan :
      Hubungan kontak langsung dengan ayam yang sakit atau kontak langsung dengan kotorannya.
      Melalui tempat makan dan minum atau alat-alat lain yang terinfeksi virus.
      Pengunjung, unggas lain, serangga, tikus dan angin.

      Pencegahan :

      • Menjaga kebersihan kandang, tempat pakan dan tempat minum.
      • Melakukan vaksinasi secara teratur.
      • Usahakan sinar matahari pagi dapat masuk ke dalam kandang.
      • Ayam yang sudah ada gejala tetelo harus dipisahkan agar tidak menular pada ayam lain, sedangkan yang mati harus dimusnahkan.
      • Jangan menetaskan telur yang berasal dari induk ayam yang kena tetelo.

      ke atas


      Memanfaatkan Jerami Sebagai Pakan Ternak Alternatif

      Iklan

7 pemikiran pada “Beternak Ayam Kampung ( Ayam Buras )

    1. umur bibit ayam buras yang ideal berumur 7 hari setelah penetasan bila bibit tersebut di beli, bila melalui penetasan sendiri harus melalui penyortiran sebagai berikut:

    2. Bentuk badan :berbobot bila dipegang
    3. Ukuran mata : besar
    4. Bulu : halus, bersih
    5. Paruh, kaki, jari : tidak bengkok, tidak cacat
    6. Pusar : tidak infeksi
    7. Kolaka/dubur : bersih, elastis
    8. Gerak : lincah
    9. Nafsu makan : baik
    10. Suka

    1. Telur pertama dan selanjutnya dapat dikumpulkan terlebih dahulu maksimal 15 hari sejak telur pertama, sebelum di tetaskan dalam mesin penetas, agar waktu menetas anak ayam seragam.

      Thx..

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s