Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen


Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen

Dalam rangka memperingati hari konsumen nasional, 20 April 2013, Kementrian Perdagangan Republik Indonesia mengadakan lomba menulis dan kontes SEO bertajuk konsumen cerdas dengan tema utama Konsumen Cerdas Paham perlindungan Konsumen. Lomba yang pedaftarannya ditutup 15 April 2013 ini terdiri dari berbagai kategori, yakni kategori jurnalis dan wartawan, kategori non seo, dan kategori seo, diikuti oleh banyak peserta. Hal ini terbukti dari pantauan kami dengan menggunakan keyword Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen di google.co.id dan yahoo.com, ditemukan sekitar 1,500,000 hasil temuan website dan blog yang menggunakan Konsumen Cerdas Paham perlindungan Konsumen sebagai judul artikel.

Lalu seperti apa Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen yang hangat disosialisasikan ini?. Bagamana menjadi konsumen cerdas itu?. Atau, apakah kita sudah termasuk Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen?. Berikut kami tuliskan, yang kami rangkum dari situs resmi Kemendag di http://ditjenspk.kemendag.go.id dan di http://hkn2013.com, untuk anda.


 
Konsumen Cerdas Paham Perlindungan konsumen 
 


Departemen Perdagangan Republik Indonesia tidak akan pernah berhenti untuk terus meningkatkan pengawasan pasokan barang 
non pangan dan produk pangan. Selain 
membuat konsumen cerdas paham perlindungan konsumen dan melindunginya, pemantauan terus menerus akan menciptakan iklim usaha yang sehat di 
negeri ini. Dengan demikian dikonfirmasi Wakil 
Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi saat 
mengumumkan hasil pemantauan peredaran 
barang dan jasa di kantor Kementerian Perdagangan pada Januari 2013.


 


Konsumen Cerdas Paham Perlindungan 
Konsumen


 
konsumen cerdas paham perlindungan konsumen 
 


Pengawasan juga dilakukan untuk mendorong 
peningkatan produksi dan penggunaan produk 
dalam negeri dan untuk mencegah distorsi pasar 
dari peredaran produk impor yang tidak 
memenuhi ketentuan yang berlaku,” kata 
Wamendag.


 


Sementara itu, Direktur Jenderal Standardisasi dan 
Perlindungan Konsumen Nus Nuzulia Ishak juga 
berpendapat sama. Dia mengatakan pengawasan 
peran pemerintah dalam mengatur peredaran 
barang dan jasa terus dilakukan dalam rangka 
meningkatkan kualitas perlindungan konsumen. Saat ini ada banyak barang dan jasa yang beredar di masyarakat yang melanggar aturan 
pemerintah.


 


Setidaknya, pengawasan Tahap VI yang dilakukan 
selama November – Desember 2012 dan 
ditemukan 100 produk yang diduga tidak sesuai 
peraturan. Dari 100 produk sebanyak 8 dari 
mereka diduga melanggar persyaratan produk 
terkait Standar Nasional Indonesia (SNI), 29 barang yang diduga melanggar Manual dan Kartu Garansi (MKG), 62 produk yang diduga melanggar 
ketentuan label dalam bahasa Indonesia, serta 1 
produk yang tidak memenuhi distribusi produk 
dikendalikan.


 


Sedangkan hasil pemantauan yang dilakukan 
oleh Departemen Perdagangan secara 
keseluruhan selama periode tahun 2012 telah 
menemukan 621 produk yang diduga tidak 
sesuai. Jumlah temuan meningkat sebesar 28 per 
produk dibandingkan tahun 2011. Dari temuan 61% diimpor dan 39% diproduksi dalam negeri.


 
konsumen cerdas paham perlindungan konsumen 
 


Berdasarkan jenis pelanggaran sebesar 34% dari 
barang yang diduga melanggar ketentuan ISO, 
diduga melanggar MKG 22%, 43% dugaan 
pelanggaran label dalam bahasa Indonesia, dan 
1% produk tidak memenuhi persyaratan 
distribusi dikendalikan.


 


Sementara berdasarkan produk yang diduga 
tidak sesuai, sebanyak 39% dari produk 
peralatan elektronik dan listrik, 20% dari produk 
rumah tangga, produk 13% dari suku cadang 
mobil, dan sisanya adalah produk bahan 
bangunan, produk makanan dan minuman dan Tekstil dan Produk Tekstil (TPT).


 


Langkah-langkah yang telah diambil sebagai 
tindak lanjut dari temuan, yaitu untuk tindak 
pidana, sebanyak 2 produk yang telah 
diserahkan ke Kejaksaan (P21), 3 produk 
tersebut tidak dapat dilanjutkan karena 
tersangka meninggal dunia, dan beberapa produk masih dalam penyelidikan.


 


Adapun pelanggaran administratif, telah 
membuat peringatan tertulis kepada 348 produk bisnis, permintaan penarikan 8 produk, pengembangan asosiasi, serta menyerukan 
usaha untuk tujuan penyelidikan dan 
pengumpulan informasi. Wamendag menjelaskan bahwa sebagai upaya untuk mencapai perlindungan konsumen lebih 
optimal, Departemen Perdagangan telah 
menetapkan dua target beredar Program 
pemantauan barang pada tahun 2013.


 


  • Departemen Perdagangan akan 
meningkatkan efektivitas Pengawasan Beredar 
di daerah perbatasan melalui Pengawasan 
Terpadu Supply (TPBB), pengawasan periodik / 
khusus, crash program, mengawasi pelaksanaan 
label dalam bahasa Indonesia dan MKG, dan kontrol distribusi.
  • Kemendag akan mengoptimalisasi
    penegakan hukum melalui peningkatan kualitas
    koordinasi aparat penegakan hukum dan
    pendampingan Penyidik Pegawai Negeri Sipil
    Perlindungan Konsumen (PPNS-PK) di daerah

Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen </u
 


Menjadi Konsumen Cerdas


 
Menjadi konsumen cerdas tidaklah rumit, setidaknya ada empat poin untuk menjadi konsumen cerdas yang selalu disosialisasikan Kementerian Perdagangan di bawah ini diharapkan menjadi pegangan setiap konsumen : 
 


  1. Teliti sebelum membeli dengan memperhatikan label, kartu manual garansi dan tanggal kadaluarsa.
  2. Pastikan bahwa produk tersebut sesuai dengan standar mutu K3l.
  3. Belilah barang sesuai kebutuhan dan bukan keinginan.
  4. Dan yang terpenting adalah konsumen dapat mempertahankan dan meningkatkan tanggung jawab sosial dengan cara membeli produk dalam negeri, bijak menjaga bumi, dan pola komsumsi pangan yang stabil.


 
Di Indonesia hak dan kewajiban konsumen tertuang dalam UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. UU No.8 Tahun 1999 yang menandaskan setidaknya terdapat 8 hak konsumen yang harus mendapat perlindungan, antara lain: 
 


Hak Konsumen :


 


  1. Hak atas suatu kenyamanan, keamanan dan 
keselamatan dalam mengkonsumsi barang atau 
jasa.
  2. Hak dalam memilih barang atau jasa.
  3. Hak informasi yang benar, jelas dan jujur 
mengenai kondisi dan jaminan barang atau jasa.
  4. Hak untuk pendapat dan keluhannya atas barang 
atau jasa yang digunakan.
  5. Hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan 
konsumen secara patut.
  6. Hak untuk mendapatkan pembinaan dan 
pendidikan konsumen.
  7. Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara 
benar dan jujur serta tidak diskriminatif.
  8. Hak mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/ atau penggantian apabila barang atau jasa yang 
diterima tidak sesuai dengan sebagaimana 
mestinya.


 


Kewajiban Konsumen :


 


  1. Membaca dan mengikuti petunjuk informasi atau prosedur pemakaian produk.
  2. Kewajiban beritikad baik dalam melakukan 
transaksi pembelian produk.
  3. Kewajiban membayar sesuai nilai tukar yang 
disepakati.
  4. Kewajiban mengikuti upaya penyelesaian hukum 
sengketa perlindungan konsumen secara patuh


 
Dengan memahami hak dan kewajiban konsumen, kita akan lebih menjadi konsumen cerdas , cermat dan teliti. 
 


Ayo ! Indonesia 
Menjadi Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen.


 
Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen


 
ke atas

3 pemikiran pada “Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s