Nutrisi dan Ciri-ciri Defisiensi Pada Tanaman

Nutrisi

Nutrisi diperlukan oleh tanaman terutama dalam transpor. Misalkan suatu zat nutrien berupa larutan hinggap pada salah satu daun, maka dalam hitungan detik, zat tersebut diserap oleh ekstoderm yang ada pada permukaan daun, lalu kemudian zat tersebut dialirkan ke bagian-bagian tanaman. Hal ini berkaitan erat dengan adanya proses fotosintesis di daun.

Ketersediaan unsur-unsur hara ( mineral ) makro dan mikro tersebut sangat penting karena setiap zat mempunyai kegunaan yang berbeda-beda. Hal inilah yang menyebabkan kebutuhan tanaman untuk setiap zat berbeda-beda jumlahnya.

Berikut kami tuliskan secara singkat jenis mineral beserta kegunaannya bagi tanaman :

ke atas

A. UNSUR-UNSUR MAKRO

Nitrogen (N)

Nitrogen diserap oleh tanaman dalam bentuk NO3- dan NH4+ , protoplasma yang hidup terdiri dari kira-kira 25% bahan kering dengan komposisi 50-55% zat putih telur dan 5-10% lipoiden dan persenyawaan lainnya yang mengandung N. Kadar zat lemas dari protoplasma kira-kira antara 2-2,5%.

Pada tanaman, pemberian N yang banyak akan menghasilkan banyak bahan hijau berupa daun dan batang tetapi pemberian N yang banyak dapat memperlambat masaknya biji. Pemberian N yang banyak juga mempengaruhi perkembangan susunan akar, tetapi tidak sebagai phosporus dimana akar menjadi lebih panjang dan lebih dalam masuk kedalam tanah. Oleh karena dalamnya masuknya susunan akar kedalam tanah yang tidak sepadan dengan kesuburan pada bagian atas tanah, maka tanaman dalam keadaan demikian akan lebih mudah kekeringan.

Gejala yang dapat timbul bila tanaman kekurangan Nitrogen :

  • Pertumbuhan menjadi tidak sempurna, terhambat, atau kerdil.
  • Warna daun tua menjadi hijau muda lalu menguning.
  • Jaringan mati, menjadi kering, merah coklat.
  • Perkembangan buah kecil dan lekas masak.

Sumber Nitrogen organik :

  • Tepung darah, tepung ikan.
  • Urine sapi hasil fermentasi.
  • Pupuk kandang ayam/sapi,
  • Pupuk Kompos.

Pospor (P)

Phosfor diambil oleh akar dalam bentuk H2PO4- dan HPO4- , sebagian besar posfor didalam tanaman adalah sebagai zat pembangun dan terikat dalam senyawa-senyawa organik dan hanya sebagian kecil terdapat dalam bentuk anorganik sebagai ion phosphat.

Beberapa bagian tanaman sangat banyak mengandung zat ini, yaitu bagian-bagian yang bersangkutan dengan pembiakan generatif, seperti daun-daun bunga, tangkai sari, kepala sari, butir tepung sari, daun buah dan bakal biji. Jadi untuk pembentukan bunga dan buah sangat banyak diperlukan unsur phosphor. Selain itu fosfor juga berperan pada sintesa hijau daun. Fosfor mendorong pertumbuhan akar-akar muda yang berguna bagi resistensi terhadap kekeringan.

Gejala yang dapat timbul pada tanaman bila kekurangan pospor :

  • Pertumbuhan tidak sempurna,
  • Batang daun keunguan,
  • mati pucuk, disforsi daun,
  • hasil produksi biji dan buah berkurang/rendah

Sumber pospor organik:
Batuan fosfat,

ke atas
Iklan

8 pemikiran pada “Nutrisi dan Ciri-ciri Defisiensi Pada Tanaman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s